Adab-adab saat Berkumpul dengan Keluarga

Selasa, 1 Apr 2025
00:56
Diperbarui 1 hari yang lalu

Hari I'dain merupakan hari raya khusus kaum muslimin, yang dimana mereka bergembira dan bersuka ria didalamnya. Karena saat Idulfitri mereka bergembira karena telah melaksanakan rukun islam kedua yaitu puasa, dan saat Iduladha mereka bergembira karena telah melaksanakan rukun islam kelima yaitu haji. Maka dari itu syariat mengharamkan puasa didalamnya, dari Abu Said Al-Khudri -radhiyallahu ‘anhu-:
 نهى رسول الله عن صيام يومين: الفطر والنحر. أخرجه مسلم
"Rasulullah melarang puasa di dua hari: Hari Idulfitri dan Hari Iduladha" [HR. Muslim]
Diantara kebiasaan orang indonesia saat id adalah berkumpul dengan keluarga besar. Namun, saat berkumpul keluarga besar tentu ada adab-adab yang perlu kita perhatikan. Apa saja itu? Berikut adalah ada-adab saat berkumpul bersama:

  1.   Bertakwa kepada Allah dimanapun berada. Karena taqwa wajib dimanapun berada, Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda: 
اتق الله حيث ما كنت. أخرجه أحمد والترمذي
"Bertakwalah kepada Allah dimanapun kamu berada" [HR. Ahmad & At-Tirmidzi]
  2.   Menjadikan berkumpulnya ini karena Allah. Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
من أحب لله وأبغض لله وأعطى لله ومنع لله فقد استكمل الايمان. أخرجه أبو داود
"Barangsiapa yang mencintai karena Allah, dan membenci karea-Nya, dan Memberi karena-Nya, dan Menahan karena-Nya maka telah sempuna imannya" [HR. Abu Dawud]
 Dan yang membedakan antara adat (kebiasaann) dan ibadah adalah niat, sebagian ulama mengatakan:
عبادات أهل الغفلة عادات، وعادات أهل اليقظة عبادات. شرح الأربعين النووية لابن عثيمين
"Ibadah orang yang lalai merupakan kebiasaannya, sedangkan kebiasan orang yang sadar merupakan ibadahnya" [Syarah Arbain An-Nawawiyah karya Syaikh Muhammad bin Soleh Al-Utsaimin]
  3.   Bergaul dengan mereka dan bersabar atasnya. Karena mungkin saat bergaul dengan mereka terdapat sesuatu yang tidak mengenakan terdapat dari mereka, Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda: 
المؤمن الذي يخالط الناس، ويصبر على أذاهم خير من الذي لا يخالط الناس ولا يصبر على أذاهم. أخرجه البخاري في «الأدب المفرد» وأحمد وابن ماجه
"Mukmin yang bergaul dengan manusia dan bersabar atas yang gangguan dari mereka lebih baik daripada mukmin yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak bersabar atas gangguan mereka" [HR. Bukhari dalam Al-Adabul Mufrod, Ahmad, & Ibnu Majah]
  4.   Tidak bermudah-mudahan dengan lawan jenis. karena ini termasuk pintu zina, Allah berfirman:
 ولا تقربوا الزنا إنه كان فاحشة وساء سبيلا [الإسراء:٣٢]
"Dan janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya (zina) merupakan kekejian dan seburuk-buruknya jalan yang diambil" [Al-Isra:32]
Terlebih foto-foto dengan keluarga besar yang terdapat wanita didalamnya, lebih parahnya lagi di posting di sosial media. Padahal wanita adalah aurat, Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda: 
المرأة عورة فإذا خرجت استشرفها الشيطان. أخرجه الترمذي
"Wanita adalah aurat, jika keluar dari rumah maka setan akan menyambutnya" [HR. Tirmidzi]
  5.   Berdakwah kepada mereka walaupun satu ayat (dengan pemahaman yang benar), Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-  bersabda:
 بلغوا عني ولو آية. أخرجه البخاري
"Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat" [HR. Bukhari]
  6.   Tawadhu dan tidak bersaing dalam berpenampilan, siapa yang paling siapa, dan sejenisnya. Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
وما تواضع أحد لله إلا رفعه. أخرجه مسلم
"Dan tidaklah seseorang bertwadu (merendah) karena Allah kecuali Allah mengangkat derajatnya" [HR. Muslim]

Dan ketahuilah bahwa hakikat dari hari I'd adalah bagi siapa yang amalnya bertambah dan diampuni dosanya, Ibnu Rajab Al-Hanbali berkata:
ليس العيد لمن لبس الجديد، انما العيد لمن طاعته تزيد، ليس العيد لمن تجمل باللباس و الركوب انما العيد لمن غفرت له الذنوب. [لطائف المعارف]
"(Hakikat) Hari Id bukan untuk orang yang memakai baju baru, tetapi Hari Id untuk orang yang bertambah ketaatannya. Dan Hari Id bukan untuk orang yang memakai bagus bajunya dan kendaraanya, tetapi Hari Id untuk orang yang diampuni dosanya" [Latoiful Ma'rif]

Semoga Allah memberi taufiq kepada kita.

Tags:

Tentang Penulis

Saddam Omar Muhammad

Saddam Omar Muhammad

@saddam-omar

Member sejak Mar 2025 1 artikel
Lihat artikel lainnya dari penulis ini

Jelajahi Kategori

Artikel Lainnya