Mindset Penuntut Ilmu
Mindset (baca;cara berfikir) yang baik harus dimiliki oleh setiap individu, karena tingkat keberhasilan seseorang banyak dipengaruhi oleh cara dia berfikir, apalagi sebagai Penuntut ilmu yang notabennya kelak akan menjadi rujukan bagi masyarakat awam.
Diantara Mindset yang harus dimiliki oleh setiap Penuntut ilmu (terutama ilmu Syar'i) adalah sebagai berikut
A. Mindset Bertumbuh
✓ Percaya bahwa kemampuan dan kecerdasan bisa berkembang melalui usaha dan belajar
✓ Tidak takut gagal, melihat kegagalan sebagai bagian dari proses
• Dalil:
وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ • وَأَنَّ سَعْيَهُۥ سَوْفَ يُرَىٰ (النجم: 39-40)
dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya,dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya),
إنما العلمُ بالتَّعلُّمِ، وإنما الحِلمُ بالتَّحلُّمِ، ومن يتحرَّ الخيرَ يُعطَهْ، ومن يتَّقِ الشرَّ يُوَقَّه
الراوي: أبو الدرداء وأبو هريرة • الألباني، صحيح الجامع (٢٣٢٨) • حسن
"Sesungguhnya ilmu diperoleh dengan belajar, dan kesabaran (kelembutan) diperoleh dengan berlatih bersikap sabar. Barang siapa mencari kebaikan, maka ia akan diberi kebaikan, dan barang siapa menjauhi kejahatan, maka ia akan dilindungi darinya."
”من جد وجد ومن سار على الدرب وصل“
"Barang siapa bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil. Dan barang siapa berjalan di jalannya (dengan tekun), maka ia akan sampai (ke tujuannya)."
• Contoh:
Seseorang kurang bisa berbahasa Arab, oleh karena itu ia bersungguh-sungguh dalam belajar bahasa Arab dan mempraktekkannya, ia pun tidak takut jika ia salah ketika berucap (tidak sesuai dengan kaidah B.Arab misalnya) karena ia paham bahwasanya kegagalan adalah bagian dari proses belajar dan bahwasanya seseorang dapat berkembang melalui belajar dari kesalahan-kesalahannya.
B. Mindset Kebermanfaatan
✓ Selalu berpikir, "bagaimana caranya saya menghasilkan manfaat sebanyak mungkin, baik untuk diri sendiri maupun orang lain"
• Dalil:
احْرِصْ علَى ما يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ باللَّهِ وَلَا تَعْجِزْ (رواه مسلم)
"Berusahalah untuk hal yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan janganlah lemah."
من دل على خير فله مثل أجر فاعله (رواه مسلم)
"Barang siapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang melakukannya."
• Contoh:
Seseorang yang memiliki mindset ini akan terus belajar dan tidak mencukupkan diri dengan pembelajaran di kelas. Tidak hanya itu, ia pun bersungguh-sungguh dalam mengamalkan serta mengajarkan ilmunya kepada orang lain, adapun seseorang yang tidak memiliki mindset ini mungkin hanya akan mencukupkan diri dengan pembelajaran di kelas sehingga manfaat yang ia hasilkan untuk dirinya dan orang lain tidak begitu maksimal
C. Mindset Orientasi Akhirat
✓ Selalu menempatkan tujuan utama menuntut ilmu untuk meraih ridha Allah, memahami agama dengan benar, dan mengamalkannya sebagai bekal menuju akhirat. Bukan untuk harta, gelar, popularitas, atau kepentingan duniawi lainnya
• Dalil:
مَن سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فيه عِلْمًا، سَهَّلَ اللَّهُ له به طَرِيقًا إلى الجَنَّةِ (رواه مسلم)
"Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga."
من تعلَّم علمًا يُبتغَى به وجهُ اللهِ، لا يتعلَّمه إلَّا ليُصيبَ به عرَضًا مِن الدُّنيا، لم يجِدْ عرْفَ الجنَّةِ يومَ القيامةِ (رواه أبو داود)
"Barang siapa mempelajari suatu ilmu yang seharusnya diniatkan untuk mengharap wajah Allah, tetapi ia mempelajarinya hanya untuk mendapatkan keuntungan duniawi, maka ia tidak akan mencium bau surga pada hari kiamat."
من طلَبَ العِلمَ لِيُباهيَ بِهِ العُلماءَ، أو ليُماريَ بِهِ السُّفَهاءَ، أو يصرِفَ بِهِ وُجوهَ النَّاسِ إليه، أدخلهُ اللَّهُ النَّارَ (رواه الترمذي)
"Barang siapa mencari ilmu untuk menyombongkan diri di hadapan para ulama, atau untuk berdebat dengan orang-orang bodoh, atau agar manusia memandangnya (mengaguminya), maka Allah akan memasukkannya ke dalam neraka."
• Contoh:
Tujuan utama dari prosesnya dalam menuntut ilmu adalah untuk memahami agama Allah serta memahamkannya kepada manusia sebagai usahanya dalam meraih akhirat, bukan menjadikan pengajarannya sebagai wasilah untuk semata-mata meraup keuntungan duniawi tanpa peduli apakah yang ia sampaikan membuat manusia lebih dekat dengan agama Allah atau tidak.
Materi Oleh:
Dzaki Rasendriya Aslam
Alumni Pesantren Islam Al Irsyad
Mahasiswa STDI Imam Syafi'i Jember
(Dengan beberapa tambahan dan perubahan)
Jakarta Selatan Senin, 25 Sya'ban 1446 Hijriah (24 Februari 2025) 13:00 WIB
Tentang Penulis

Ragilas Maragulita Rizki
@ragilas
Alumni Pesantren Islam Al Irsyad Mahasiswa LIPIA Jakarta